
Siswa SMP Negeri 11 Huamual sedang melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025, Senin (25/8/2025)
PIRU, INVESTIGASIMALUKU.COM – Untuk mengumpulkan dan mengolah informasi mengenai kebutuhan belajar, perkembangan, dan pencapaian hasil belajar peserta didik, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Huamual menggelar Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025-2026.
Asesmen Nasional ini diikuti oleh 45 siswa yang terbagi dalam dua sesi. Dimana pelaksaanannya dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak tanggal 25 sampai dengan 26 Agustus 2025.
Kepala SMP Negeri 11 Huamual, Raihan Mahu, S.Pd kepada media ini, Senin (25/8/2025) menjelaskan, sesuai jadwal pelaksanaanya, hari pertama adalah ujian literasi dan hari keduanya ujian numerasi.
“ Jadi, pada hari ini kami sudah melaksanan asesmen nasional. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini 45 orang. Mereka dibagi dalam tiga sesi masing – masing sesi terdiri dari 15 orang, “ ucap Mahu.
Mahu menyebutkan, dalam pelaksanaan asesmen nasional itu, fasilitas komputer yang digunakan di sekolah yang dipimpinnya itu berjumlah 15 unit Laptop.
Meskipun demikian, kata dia, peserta didiknya belum sebagian belum terbiasa menggunakan Laptop. “ Untuk raport penilaian literasi dan numerasi antara tahun 2023 sampai dengan tahun 2024 makin membaik.
Karena itu, kepala sekolah yang dikenal ramah dan tegas ini berharap pelaksanaan Asesmen Nasional ini seyogianya dapat mendorong dan meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi, sehingga kedepannya siswa tidak hanya sekedar bisa membaca dan berhitung,tetapi juga memahami,bernalar dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari hari.
Dia melanjutkan, dalam pelaksanaan Asesmen Nasional tahun 2025, ia berharap agar pemerintah dapat memberikan dukungan lebih pada aspek sarana dan prasarana, khususnya perangkat Laptop dan server di sekolah yang berada di Desa Luhu, Kecamatan Huamual itu.
Pihaknya menambahkan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikan harus di dukung dengan fasilitas sarana dan prasarana pendukung yang memadai.
Kendala pelaksanaan asesmen, kata dia, kurangnya sarana Laptop dan server atau perangkat yang sudah mengalami genguan sistem.
“ Saya berharap ada peremajaan perangkat,peningkatan kapasitas server,serta pendampingan teknis yang memadai agar kedepannya pelaksanaan asesmen bisa berjalan lancar,efisien,dan tidak menimbulkan kendala bagi peserta didik maupun guru, “ harap dia (IM-01)