
Kepala SMK Negeri 7 SBB, M. Asrul Samal, S.Pd mendampingi Kacabdin Dikmensus Kabupaten SBB, La Musa, S.Pd, M.Pd saat peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi ruang TKJ, Rabu ( 20/8/2025)
PIRU, INVESTIGASIMALUKU.COM – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Kabadin Dikmensus) Kabupaten SBB, La Musa, S.Pd, M.Pd resmi meletakan batu pertama pembangunan revitalisasi empat ruang di SMK Negeri 7 Seram Bagian Barat.
Kegiatan secara simbolis di ruang TKJ sekolah setempat itu berlangsung, Rabu (20/8/2025) yang dihadiri kepala SMK Negeri 7 SBB, M. Asrul Samal, S.Pd beserta para pekerja.
Kepada Investigasimaluku.com, La Musa, S.Pd, M.Pd mengatakan, pemenuhan sarana dan prasarana di satuan pendidikan khususnya di sekolah kejuruan penting untuk dilakukan.
Hal ini untuk menunjang peningkatan kualitas mutu pendidikan di Maluku terkhususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
“ Pada hari ini, saya menyampaikan rasa syukur karena Provinsi Maluku terkhususnya di SMK Negeri 7 SBB telah mendapatkan bantuan revitalitasasi empat gedung meskipun belum memenuhi secara keseluruhan kebutuhan yang dibutuhkan, “ ucap La Musa dengan nada syukur.
La Musa menuturkan,dengan adanya bantuan revitalisasi ini, tentunya kebutuhan sarana dan prasarana secara bertahap akan di penuhi secara baik, meskipun pembangunannya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di pendidikan vokasi itu.
Karena itu, dia telah menyampaikan kepada kepala sekolah SMK Negeri 7 SBB, M.Asrul Samal, S.Pd bahwa bantuan sarpras tersebut diperoleh berdasarkan data dapodik sekolah.
“ Data dapodik harus ambil setiap saat sehingga kedepannya kebutuhan akan fasilitas pendidikan bisa dipenuhi secara bertahap, “ pesannya.
Menurutnya, jika dilihat dari perkembangan pendidikan di Kabupaten SBB, sekolah kejuruan atau pendidikan vokasi jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan sekolah SMA sederajat.
Disii lain, pentingnya pendidikan vokasi di Maluku dinilai sangat penting sehingga lebih besar perhatian akan pemenuhan sarpras oleh pemerintah terhadap sekolah kejuruan semakin besar pula.
Dengan demikian, pihaknya berharap kedepan yang dilengkapi bukan semata – mata hanya bangunan fisiknya, tetapi bantuan alat – alat praktek untuk mendukung pembelajaran bagi siswa SMK juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
“ Apa artinya jika ada bangunan fisiknya seperti RPS dan TKJ tetapi alat untuk menunjang praktek bagi siswa tidak ada. Ini yang kita harapkan bisa dipenuhi secara baik, “ harap dia.
Selain itu, lanjut dia, pemenuhan tenaga pendidik dan kependidikan khusnya tenaga guru vokasi di sekolah kejuruan juga menjadi bagian terpenting yang seyogianya harus diperhatikan oleh pemerintah demi mewujudkan kualitas mutu pendidikan di bumi raja – raja ini.
Namun kata dia, sejauh ini mengenai tenaga guru vokasi di SMK sering disampaikan kepada pemerintah. Sayanganya, masih mengalami kendala . Dimana LPTK di Maluku hingga saat ini belum menyiapkan jurusan bagi pendidikan vokasi.
Atas kendala tersebut, lanjut dia, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah melalukan berbagai upaya dan akan membangun komunikasi untuk bekerja sama dengan LPTK di Provinsi Maluku khususnya Universitas Pattimura Ambon untuk menyiapkan jurusan bagi tenaga guru vokasi yang dibutuhkan oleh SMK .
“ Saat ini memang Pemerintah Provinsi Maluku melalui dinas pendidikan dan kebudayaan sedang berupaya ke arah itu. Kita berharap kedepan kebutuhan atas tenaga di satuan pendidikan SMK dapat terpenuhi, “ tandasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 SBB, M. Asrul Samal, S.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah pusat melalui Direktorat SMK pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas revitalisasi empat bagunan milik SMK Negeri 7 SBB diantaranya, Laboraturium LKJ, ruang UKS, ruang BK dan Toilet.
“ Alhamdulillah dengan peletakan batu pertama oleh pa Kacabdin Dikmensus Kabupaten SBB hari ini tentunya kami sangat bersyukur atas bantuan revitalisasi dari Pemerintah untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah kami, “ ucap Asrul.
Kepala SMK Negeri 7 SBB yang dikenal ramah dan tegas ini juga berharap agar kedepannya pemenuhan terhadap alat – alat praktek bagi siswa seyogianya dapat dipenuhi secara baik untuk menjawab kualitas mutu pendidikan.
“ Meskipun revitalisasi bangunan yang saat ini belum menjawab kebutuhan pendidikan vokasi, namun kami sangat bersyukur. Apalah artinya ada bangunan fisik tetapi tidak ada alat – alat prakteknya. Olehnya itu, kedepannya saya berharap kebutuhan alat -alat praktek di sekolah kami bisa diperhatikan, “ singkatnya. (IM-01)