
Foto Juan Reza saat meraih gelar sarjana di Universitas Sana Dharma Jogyakarta.
JAKARTA, INVESTIGASIMALULU.COM – Nasib seseorang untuk meraih sebuah kesuksesan tak ada yang tahu. Begitu juga dengan Juan Reza yang awalnya menjadi kuli hingga masuk industri permusikan setelah lagu ‘ Pica pica ‘ yang di ciptanya viral di media sosial belum lama ini.
Selain lagu dengan judul Pica Pica ciptaannya, juga dengan nangkringnya lagu ‘ Tabola Bale ‘ menjadikan karyanya semakin gemilang karena lagu yang satu ini berada di tangga teratas musik nasional.
Beberapa deretan lagu lain yang turut membesarkan namanya antara lain, Nona NTT, Ubur-Ubur Ikan Lele, Nyong Timur, serta lagu-lagu lainnya seperti Nona Minang, Dansa, Tunggu Kaka Pulang, ELELE 2, serta Jamila dan lainnya.
Atas usaha dan kerja keras, Namanya kini jadi buah bibir pencinta musik modern. Ia mulai banyak diundang manggung di beberapa kota hingga tembus televisi nasional, bahkan panggung hiburan internasional.
Pemuda berdarah Ende Lio ini memiliki suara yang khas, lirik yang sederhana, seakan melekat dengan budaya Timur yang menjadi asal-usulnya.
Tak disangka, pria hitam manis yang lahir dan besar di Batam ini dulunya bekerja sebagai kuli bangunan di kota satelit tersebut. Ia berpindah dari 1 bangunan ke bangunan lainnya sebagai kernek, tanpa modal sekolah pertukangan. Hanya ada modal nekat untuk mengubah nasib dan membiayai ekonomi keluarganya yang perantauan.
Bagai durian runtuh, nasib Juan Reza perlahan berubah setelah ia ‘ tanam kaki ‘ untuk tetap aktif bermusik di sela-sela pekerjaan kulinya. Lagu-lagunya mulai dilirik dan suaranya disukai. Hingga suatu saat ditawarkan oleh Toton Caribo ke Jogya untuk berkolaborasi dan berkarya.
Di sanalah ia mulai menemukan jalan menuju tangga kesuksesan. Perlahan lagu-lagunya mulai dikenali hingga booming bagai meteor.
Ia menciptakan lagu-lagu yang memadukan unsur khas budaya timur Indonesia dengan musik modern, beberapa beat lagunya bahkan terinspirasi dari suara-suara saat ia bekerja sebagai kuli bangunan di kota Batam.
Juan Reza percaya pada satu hal, cita-cita yang besar bukanlah khayalan, tapi memiliki makna yang mendalam untuk mengubah hidup lebih baik. Dengan cita-cita kita terus belajar, berusaha.
Seiring popularitasnya, ia tak lupa memperdalam ilmu melalui pendidikan formal. Ia pun berhasil lulus dari salah satu kampus terbaik di Indonesia, Universitas Sana Dharma Jogyakarta. Gelar mungkin hanyalah pajangan. Tapi Juan Reza memaknai gelar sebagai belajar tanpa batas, sebuah seruan untuk terus berkontribusi.
Di tengah bangkitnya musik Timur berkat algoritma media sosial semisal Tiktok, nama Juan Reza kini mendapatkan tempat yang tinggi di hati netizen. Banyak yang merindukan dan menantikan karyanya. (***)