
Kepala SMK Negeri 1 Buru, Achmad Nasir Soleman SP,MMPd bersama Kacabdin Dikmensus Buru, Ibrahim Sukunora, dewan guru serta para siswa baru dalam berfose bersama dalan kegiatan pembukaan MPLS, Senin (14/7/2025)
NAMLEA, INVESTIGASIMALUKU.COM – Satuan pendidikan SMK maupun SMA sederajat di Maluku dan khususnya di Kabupaten Buru saat ini tengah melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun 2025-2026 kepada murid baru.
Di sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 1 Buru banyak materi yang diajarkan kepada murid baru sejak pembukaan MPLS pada Senin (14/7/2025). Dari semua materi – materi yang diajarkan, materi wawasan wiyata mandala menjadi skala prioritas bagi sekolah ini.
Kepala SMK Negeri 1 Buru, Achmad Nasir Soleman SP,MMPd kepada media ini menjelaskan, Wawasan Wiyata Mandala adalah suatu cara pandang yang menempatkan sekolah sebagai lingkungan pendidikan dan pembelajaran, serta menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan lingkungan sekolah yang kondusif untuk proses belajar-mengajar.
“ Secara sederhana, Wawasan Wiyata Mandala adalah pandangan bahwa sekolah adalah tempat untuk belajar dan mendidik, bukan untuk kegiatan lain yang tidak berkaitan dengan pendidikan,” jelas Soleman.
Soleman mengaku, tujuan Wawasan Wiyata Mandala antara lain pertama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, indah, dan tertib sehingga siswa dapat belajar dengan baik.
Kedua, menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap sekolah di kalangan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Ketiga, meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan lingkungan sekolah mendukung proses belajar-mengajar.
Keempat , mencegah terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu proses belajar mengajar, seperti kenakalan remaja, tawuran, dan kegiatan lain yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan.
“ Dari pengertian dan sejumlah tujuannya, maka saya menganggap materi wawasan wiyata mandala sangat penting untuk dimplementasikan kepada murid baru saat pelaksanaan MPLS ini, “ ucap Soleman.
Dia menuturkan, dengan memahami dan menerapkan Wawasan Wiyata Mandala, diharapkan sekolah dapat menjadi tempat yang ideal bagi siswa untuk belajar, tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang berkualitas.
Selain wawasan wiyata mandala, ada juga materi lain yang diberikan untuk 135 murid baru diantaranya, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pencegahan Kekerasan, Pencegahan Isu NAPZA, Pencegahan Isu Judi Online.
“ Harapannya, siswa sebagai subjek dan objek pendidikan seyogianya dapat belajar lebih giat dan mengembangkan diri sehingga kedepannya mewujudkan pendidikan dan lulusan yang berkualitas dan mampu berdaya saing, “ harap dia. (IM-02)